Jasa Joki Strava: Fenomena dan Dampaknya pada Komunitas Olahraga

Apa Itu Strava?

Strava adalah aplikasi yang digunakan untuk merekam dan membagikan aktivitas olahraga seperti lari dan bersepeda. Pengguna dapat melacak jarak tempuh, kecepatan, dan detak jantung mereka. Selain itu, Strava memungkinkan pengguna untuk membagikan rute dan hasil aktivitas mereka ke media sosial lain seperti Instagram dan X (sebelumnya Twitter).

Fenomena Jasa Joki Strava

Fenomena jasa joki Strava muncul ketika beberapa pengguna ingin mendapatkan validasi sosial tanpa harus melakukan aktivitas fisik sebenarnya. Dengan membayar joki, mereka bisa mendapatkan catatan aktivitas yang tampak impresif, termasuk jarak tempuh yang jauh dan kecepatan tinggi. Menurut dr. Andi Kurniawan, SpKO, seorang spesialis kedokteran olahraga, hal ini terjadi karena adanya keinginan untuk terlihat bugar dan fit di mata orang lain.

"Pengin dapat validasi, itu ya satu. Juga, sekarang kan ramai virtual running. Daftar biar dapet kaos, medali tapi malas larinya," ujar dr. Andi.

Dampak Penggunaan Joki Strava

Penggunaan jasa joki Strava memiliki beberapa dampak negatif:

  1. Data Palsu: Ketika seseorang menggunakan joki untuk mencatat aktivitas olahraga, data yang dihasilkan menjadi tidak akurat. Hal ini merugikan diri sendiri karena tujuan utama penggunaan Strava adalah untuk memantau kemajuan latihan dan kapasitas tubuh.
  2. Kehilangan Makna: Strava dan aplikasi kebugaran lainnya seharusnya digunakan untuk menilai kemampuan dan hasil latihan. Menggunakan joki membuat pencapaian tersebut menjadi tidak bermakna.
  3. Penipuan Diri Sendiri: Dengan memalsukan data aktivitas fisik, pengguna hanya menipu diri sendiri. Mereka mungkin terlihat bugar dan fit di media sosial, tetapi kenyataannya tidak demikian.

"Maksudnya supaya dianggap bahwa dia bugar, fit, kencang pacenya. Tapi itu kan memalsukan data aktivitas fisik dia sendiri. Itu kan mirisnya," lanjut dr. Andi.

Validasi Sosial dan Tekanan Komunitas

Fenomena ini juga menunjukkan betapa kuatnya pengaruh validasi sosial dalam komunitas olahraga. Banyak orang merasa terdorong untuk menunjukkan pencapaian mereka di media sosial, terkadang tanpa memikirkan dampak jangka panjang dari tindakan mereka.

"Aplikasi Strava atau aplikasi kebugaran dipakai tujuannya menilai tubuh sendiri, kapasitas seseorang berlatih kemudian dinilai hasilnya, itu kan monitoring hasil latihan kita. Tapi kalau dijokiin, jadi meaningless, buat apa?" tandas dr. Andi.

Kesimpulan

Jasa joki Strava mungkin tampak seperti solusi cepat untuk mendapatkan validasi sosial, tetapi dampaknya justru merugikan diri sendiri dan komunitas olahraga secara keseluruhan. Penting untuk tetap jujur dengan diri sendiri dan menggunakan aplikasi kebugaran seperti Strava sesuai dengan tujuan utamanya: memantau dan meningkatkan kemampuan fisik melalui latihan yang konsisten dan sehat.

Dengan begitu, kita tidak hanya mendapatkan pencapaian yang sebenarnya, tetapi juga menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Validasi terbaik datang dari usaha dan kerja keras, bukan dari data yang dipalsukan.

Copyright © 2024