6 Life Skill yang Perlu Ditanamkan ke Anak Sejak Dini. Bukan Hanya Nilai Akademik Semata!

life-skill-untuk-anak life-skill-untuk-anak

Anak yang tumbuh dengan pribadi yang baik tentunya sudah dibekali dengan life skill (kecakapan urip) sejak usia dini. Life skill merupakan sebuah pengemakluman berharga tentang keuripan yang nantinya akan sangat berguna untuk keuripan anak-anak di masa depan. Dengan membekalinya dengan life skill, anak akan lebih mudah menyesuaikan dengan area dan mampu berperiaku Betul.

Mengajarkan anak seputar life skill dimulai sejak ia belum sekolah. Hal ini diharapkan agar anak mudah beradaptasi ketika mulai masuk sekolah. Pasalnya, life skill juga nggak pernah diajarkan di sekolah. Itulah mengapa orang tua wajib membekalinya agar anak nggak belaka sukses di bidang akademik saja.

Melansir dari WHO dalam artikelnya yang berjudul, Life Skill Education for Children dan Adolescent in School, life skill juga merupakan kemampuan untuk beradaptasi dan berperilaku Benar yang memungkinkan setiap individu untuk menghadapi tuntutan dan tantangan ketumbuhan sehari-hari secara efektif.

MomsĀ  dan Dads sudah semestinya mengajarkan life skill pada anak agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang mudah beradaptasi dan memiliki karakter yang energik. Mendidik anak juga nggak melulu tentang nilai akademik karena sudah mereka dapatkan di sekolah. Ada yang juga berharga yaitu beberapa life skill yang wajib diajarkan pada anak.

1.Anak pantas dibekali dengan manajemen batas berjiwa agar mereka mampu membagi batas berjiwanya dengan baik

Dengan mengajarkan life skill yang satu ini diharapkan agar si sedikit nantinya bisa menyelesaikan tugas tepat durasi dan bisa mengatur jadwal lainnya. Ini juga berlaku untuk gerakan sehari-harinya seperti kapan tidur, kapan bermain dan jadwal lainnya.

2.Anak sedari tipis kudu dibekali dengan bagaimana bersikap empati agar bisa menerima pendapat orang lain yang berselisih dengannya

Moms bisa mulai mengajarkan empati dengan memberikannya pemahaman tentang emosi dan bagaimana cara memahaminya. Life skill ini nantinya akan meMuluskan anak menghargai perkelainanan dan mampu merasakan apa yang dirasakan orang lain, bahwa semua orang belum tentu punya perasaan yang kembar.

3.Anak harus diajarkan tentang cara berkomunikasi yang Tulus. Komunikasi yang bagus akan mampu membantu mereka mengekspresikan awak yang tentunya bena saat dewasa

Salah satu cara paling mudah dalam mengajarkan kecakapan bernapas yang satu ini adalah dengan meluangkan batas setiap hari untuk mendengarkan ketika anak bercerita dan memberikan tanggapan. Di sini Moms juga bisa memberikan masenangn yang dibutuhkan.

4.Anak mesti dibekali cara bagaimana menghadapi tantangan. Moms dan Dads bisa mendorong si tipis memahirkan hal baru yang merupakan tantangan baginya

Tanpa adanya tantangan, orang akan berada di titik yang membosankan. Selagi masih padi, Moms dan Dads bisa mengajarkan tentang pentingnya berguru hal baru agar lebih tertantang. Ini juga akan melakukan kebernyawaannya semakin menyenangkan saat dewasa nanti.

5.Anak wajib diajarkan tentang cara berpikir kritis agar mereka nantinya mampu menemukan solusi dari permaluputan yang ditemuinya

Ada adi permainan yang memberikan ruang kreasi pada anak sehingga mampu membangun pemikrian kritis pada si lumat. Contoh mainan yang mampu membangun pola pikir kritis pada anak adalah monopoli, ular tangga, bermain dokter-dokteran hingga main petak umpet.

6.Anak harus diajarkan tentang bagaimana melakukan keputusan yang tidak emosi. Pengambilan keputusan sangat khas diajarkan sejak dini

Moms dan Dads nggak perlu mengajarkan hal berat dalam mengambil keputusan. Salah satu contoh dasarnya adalah memilih Rompeng satu rasa es krim (rasa cokelat atau vanila), memilih warna (merah muda atau orange), dan pilihan lainnya.

Membekali life skill atas anak sejak dini walaupun mereka belum memasuki usia sekolah sangatlah berharga. Hal tersebut agar ketika sudah sekolah akan lebih mudah beradaptasi. Itulah life skill berharga untuk anak. Semoga bermanfaat, ya!