Ingin Bekerja di StartUp, Berikut Ciri Kandidat yang Dilirik Perusahaan

marketplace tokopedia marketplace tokopedia
Masuk atau bekerja di startup kini menjadi pilihan yang banyak diminati oleh para pencari kerja baru. Hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa perbedaan signifikan antara perusahaan startup dan konvensional. Sebagai contoh, antara perusahaan konvensional dan perusahaan startup memiliki perbedaan pada syarat yang harus dipenuhi dalam perekrutan karyawan. Umumnya, untuk perusahaan konvensional menjadikan IPK sebagai gerbang utama sehingga tidak heran jika almamater jadi faktor pendukung. Sementara, untuk perusahaan startup justru tidak menjadikan IPK sebagai patokan. Untuk startup sendiri, terdapat beberapa kandidat dengan ciri berikut yang umumnya akan dilirik. Ciri Kandidat yang Dilirik Perusahaan untuk Bisa Bekerja di StartUp Terdapat beberapa ciri kandidat yang dilirik perusahaan untuk bekerja di startup. Kamu bisa memperhatikan beberapa ciri berikut untuk mendapatkan gambaran jika ingin bekerja di perusahaan startup. 1. Mudah Beradaptasi dengan Budaya Perusahaan Sederhananya, jika kamu mengamati perusahaan konvensional di Indonesia, mereka tidak akan ambil pusing dengan kemampuan karyawan atau pegawainya dalam bersosialisasi bersama tim. Perusahaan konvensional akan jauh lebih mementingkan skill dan modal kecerdasan teori dibandingkan untuk beradaptasi. Artinya, suka atau tidak, karyawan atau pegawai harus mengikuti budaya atau kultur di instansi terkait. Berbeda ketika kamu bekerja di startup. Tidak sedikit founder yang menanamkan kultur maupun kebiasaan khas yang membuat siapapun yang ingin bergabung harus bisa beradaptasi dengan budaya perusahaannya. Terlebih untuk startup yang notabenenya lebih kecil jika dibandingkan dengan perusahaan konvensional yang besar. Nah, memiliki urusan dengan orang yang itu-itu saja membuat setiap individu di perusahaan startup memiliki kultur atau budaya tertentu dalam menjalankan pekerjaannya. Itu sebabnya ketika terdapat anggota baru, mereka menginginkan seseorang yang bisa menyesuaikan diri sekaligus bisa berkontribusi pada budaya yang sudah ada. 2. Memiliki Semangat Bekerja Ciri yang kedua yang harus kamu punya ketika hendak bekerja di startup adalah memiliki semangat kerja. Greget atau semangat dalam bekerja inilah yang harus kamu punya ketika ingin direkrut oleh sebuah perusahaan startup. Oleh sebab itu, untuk kamu yang kurang menyukai budaya pulang kerja lewat dari jam 5 sore lengkap dengan kebiasaan meeting di hari minggu, maka kemungkinan besar kamu kurang cocok untuk bekerja di sebuah perusahaan startup. 3. Mempunyai Keinginan Kuat untuk Terus Belajar Ciri yang ketiga yang harus Anda miliki ketika ingin bekerja di startup adalah memiliki keinginan kuat untuk terus belajar. Pasalnya, seseorang atau lulusan yang tidak menutup diri dengan adanya perubahan menjadi kandidat incaran sebuah perusahaan startup pada umumnya. Kenapa demikian? Salah satu alasan kuat yang membuat perusahaan startup melakukan perekrutan untuk kriteria satu ini karena terdapat kondisi dimana diketahui bahwa startup tidak bisa dijamin umurnya. Oleh sebab itu, kondisi seseorang yang memiliki keinginan kuat untuk terus belajar termasuk kamu, bisa membantu startup dalam menghadapi persaingan pasar. Yakni dengan mengubah workflow atau dengan melakukan efisiensi dalam bekerja. Jadi, jika kamu belum siap belajar hal baru dan menerima banyak informasi, bisa dikatakan akan sulit untuk bisa bekerja optimal di perusahaan startup. 4. Mempunyai Beragam Ide Brilian Jika bekerja di startup, membuat kamu akan memiliki banyak kesempatan untuk menuangkan banyak ide luar biasa demi kepentingan perusahaan. Ide yang bisa kamu kembangkan adalah ide yang jarang terbayangkan oleh orang-orang pada umumnya. Kenapa kamu perlu melakukan ini? Sebab perusahaan startup umumnya akan mencari orang-orang yang mampu berfikir kritis dan berani dengan pemikiran baru. Sementara, untuk orang-orang yang memiliki pola pikir kritis maupun ide brilian di benaknya, tidak melulu memiliki IPK tinggi sebagaimana yang disyaratkan pada perusahaan konvensional. Startup tidak akan menjadikan poin di ijazahmu sebagai media validasi kemampuan dalam berfikir. Ketika kamu berada di tahap wawancara, kamu bisa menunjukkannya melalui penjelasan critical thinking dan eksekusi melalui berbagai macam pengalaman yang kamu miliki. Tinggal selanjutnya kamu deliver atau salurkan melalui penyampaian yang tepat saat wawancara berlangsung. 5. Skill Bahasa Inggris yang Mumpuni Tahukah kamu, memiliki skill bahasa Inggris menjadi poin plus lainnya yang perlu dimiliki ketika kamu ingin bekerja di startup. Sebagaimana yang diketahui, bahwa di era globalisasi seperti sekarang ini memiliki kemampuan dalam berbahasa Inggris bukan hanya ide atau rencana saja. Tetapi memang sudah diharuskan untuk dikuasai termasuk untuk kamu yang ingin bekerja di perusahaan startup.