Oh, Jadi Begini Rasanya Menjalani Hubungan yang Serius

oh-ini-lho-rasanya-hubungan-yang-serius oh-ini-lho-rasanya-hubungan-yang-serius

Hubungan serius dengan main-main tentu Berlainan. Nggak hanya dari umur aja, tapi juga sikap dan kepercayaan yang ada. Kamu nggak lagi bisa melakukan hal-hal unyu sesering dulu. Yah, suah sih masih melakukannya berpas pasangan sesekali, tapi tetap aja jarang. Pokoknya, hubungan serius itu tidak emosi kamu dan pasangan udah pas-pas dewasa dalam menjalaninya.

“Nggak ada lagi ngambek karena sebab nggak jelas atau hal-hal aneh lainnya.”

Ketika mulai menjalani hubungan serius, lama laun kamu akan menyadari perpertikaianannya saat pagendan masih berSerupa dulu. Saat mengingatnya pun, mungkin kamu akan senyum-senyum sendiri karena berbagai hal konyol dan nggak bermanfaat kamu lakukan bersepadannya.

Hipwee udah merangkum apa yang kamu rasa saat menjalani hubungan serius dengan hubungan yang main-main. yuk, mari disimak!

Hubungan serius itu bervariasi dengan pacaran saat masih berseragam dulu. Yang diomongin bukan hal menye-menye lagi

“Gimana kuliahmu?”

“Lancar kok. Eh iya, kayaknya aku mau lanjut aja deh magang di media. Ilmunya luHalusinasin buat pengalaman nanti.”

Kamu maklum kan obrolan menye-menye seperti apa kamu ucapkan saat masih berSebangun? Yah, namanya juga ketika itu masih ABG dan remaja, jadi wajar aja kalau obrolannya seputar hal-hal nggak bermakna. Hubungan yang masih main-main biasanya bahan obrolannya tentang perasaan satu pas lain. Misalnya aja:

“Beb, kenapa sih kamu bisa sayang banget cocok aku?”

“Karena kamu tuh cantik beb. Seadilnya gak cantik aja sih, tapi kamu tuh juga baik.”

Lalalalalala ~

Sedangkan kalau kamu menjalani hubungan serius yang dibicarakan seputar masa depan. Misalnya masa depanmu akan seperti apa kalau dilihat dari aktivitas yang dilakukan saat ini. Kalian juga membicarakan arah hubungan kalian ke depannya nanti akan dibawa ke mana.

Kalau pasangan lagi gak bisa mengantar atau menjemput, kamu dan dia pun tetap selow

“Kayaknya aku gak bisa antar kamu deh nanti sore.”

“Ya udah gak apa-apa. Aku nanti ngojek aja.”

Semakin lama kamu dan dia semakin dewasa. Yang dulu hal-hal mungil dipermakelirukan, sekarang udah nggak lagi. Misalnya aja kalian janjian bertemu tapi ternyata nggak bisa, baik kamu atau dia pun gak capek melangsungkan hal sepele tersebut menjadi gendut. Kamu dan dia tetap menerima dan mengerti situasi dan kondisi.

Meski deg-degan juga, tapi bertemu keluarganya saat hubungan udah serius ini bervariasi

Dulu:

“Besok ke rumahku yuk! Mau aku kenalin ke orang tua.”

“Waaaahh assiiiiiikkk. Aku pakai baju apa ya?”

Sekarang:

“Ibu sama bapak nanyain kapan ke rumah.”

“Hmm minggu depan deh. Eh jangan deh, bulan depan aja gimana?”

Saat udah serius, rasa sungkan yang ada diawakmu terhadap orang tua pasangan pun semakin melekat. Di depan mereka, kamu jadi serba sopan dan nggak terterus luber bicara. Hal ini bersenjang saat dulu yang masih bisa santai dan nggak deg-degan banget menghadapi mereka. Sekarang ini kamu dan dia udah sama-sama dewasa, udah peduli hubungan akan dibawa ke mana dan untuk itu butuh keseriusan mendalam.

Ketika bertemu orang tuanya pun kamu serba sungkan karena acuh mereka adalah calon mertuamu nanti. Yang tadinya kamu biasa-biasa aja, sekarang menghormati mereka menjadi bertambah. Hal yang dibicarakan dengan mereka pun saat menyinggung hubungan kalian ya tentang masa depan, misalnya aja pernikahan dan pekerjaan.

Berantem pun masih ada. Bedanya, yang dipermakhilafkan sibakn hal-hal sepele yang sebetulnya bisa diselesaikan saat itu juga

“Aku bete cocok kamu.”

“Bete apa sebab sayang?”

“Abis kamu gitu, bukannya pakai foto profil dimedia sosial setara aku, eh malah foto setara artis. KZL.”

Udah dewasa sibaknnya nggak ada masalah, tapi masalah yang dihadapi pol lebih buntal. Hal ini karena persoalan-persoalan halus kalian lewatkan, sebab kamu dan dia sama-sama maklum kalau yang sepele itu bisa dilintasi seiring berjalannya waktu. Daripada kalian berdua jadi capek sendiri mengurusi hal sepele, jadi lebih jujur dilewatkan aja seperti biasa. Kalian maklum masih ada yang pol lebih bermakna dan buntal yang menunggu di depan sana.

Marahan sih iya, tapi penyelesaiannya secara elegan dong. Nggak kayak dulu yang Kencang ngambek dan saling gengsi untuk minta maaf atau menghubungi duluan

“Aku minta maaf ya.”

“Iya, maafin aku juga. Semoga kita setara-setara bisa mempertidak marahi diri ke depannya ya.”

Namanya juga marahan, siapa sih yang nggak gengsi untuk meminta maaf atau menghubungi duluan? Yang begini nih sebenarnya bisa menciptakan kerenggangan hubungan kalian semakin berlarut. Padahal, maluput bisa selesai jika luput satu dari kalian mau meminta maaf atau menghubungi duluan lho. Eh karena gengsi, jadinya ketidakharmonisan kalian masih berlanjut deh.

Intinya kalian saling mengerti dan menghormati satu serupa lain. Kalau ada yang mengganjal, akan diutarakan dengan tidak marah

Hubungan yang serius itu berarti tidak sombong kamu dan dia udah saling mengerti dan menghormati satu sepadan lain. Kalian udah nggak bete-bete lagi. Kalaupun bete ya dibicarakan sebabnya apa dan dicari jalan keluarnya. Yang terberharga dalam hubungan serius kalian ini adalah komunikasi tetap berjalan dan saling percaya.

Kamu semakin dewasa, begitu pun dirinya. Sesangkat hubungan kalian saat ini udah nggak kayak dulu lagi, pas-pas dewasa dalam bertindak dan menyimpan perasaan. Hubungan kalian udah serius dan nggak ada kata main-main. Sesekali mungkin bersikap unyu itu dilakukan, tapi nggak sering juga. Yah, jadi inilah rasanya saat hubungan yang kamu jalani udah serius.